Sabtu, 16 Mei 2015

Multi National Corporate Perusahaan NIKE


NAMA             :HENDRI SUGIYATNA PERDANA    (28211681)
                  PANCA RAGIL RIZKIANTO       (25211489)
                  WIDYA AYU NURHAYATI         (27211386)
KELAS            :4EB24
MATA KULIAH      :AKUNTANSI INTERNASIONAL

Multi National Corporate (MNC)
MNC adalah perusahaan yang berbasis di satu Negara dan memiliki cabang dibeberapa Negara. Contohnya seperti coca cola, adidas, MCD, nike, Puma dan masih banyak yang lainnya. Tapi disini kelompok kita akan membahas tentang perusahaan NIKE.

A.    SEJARAH PERUSAHAAN NIKE

Nike Inc merupakan nama dari salah satu perusahaan sepatu besar dunia. Brand dari Amerika yang memproduksi sepatu, pakaian dan alat-alat olahraga ini yang telah terkenal disegala penjuru dunia. perusahaan tersebut dapat membesarkan namanya dikarenakan mereka sering men-sponsori para athlit dan olahragawan paling populer didunia seperti Tiger Woods, Ronaldo, Courtois, Hazard, Ronaldinho dan Wayne rooney dan Michele Jordan sehingga selalu di ekspose media dan tentunya akan membesarkan namanya. Bukan Cuma itu, nike inc juga memiliki kerjasama dengan klub klub sepakbola terbesar di dunia dimana sepakbola adalah olahraga paling populer diseluruh kalangan umur tidak terpaut usia seperti Manchester United, F.C. Barcelona, Arsenal, F.C. Basel, Juventus, Clube de Regatasd Flamengo, Steaua Bucuresti, AC Sparta Praha, Red Star Belgrade, Inter Milan, VfL Bochum, VfL Wolfsburg, Hertha BSC Berlin, Borussia Dortmund, PSV Eindhoven, Valencia C.F., Urawa Red Diamonds, Kaizer Chiefs, Atlético de Madrid, NK Maribor, Glasgow Celtic, FC Porto, Paris Saint-Germain, Boca Juniors, dan Corinthians Produk Produk yang di produksi oleh perusahaan nike memiliki ciri khas tersendiri yaitu logo yang sudah di hak paten kan oleh mereka, sehingga sepintas saja kita melihat produk mereka maka kita akan tahu bahwa produk tersebut di produksi oleh nike dan bermerk nike pula, bukan Cuma itu nike juga memiliki slogan yang dikenal sebagai ciri khas mereka yaitu “just do it”.

Nama Nike sendiri berasal dari nama dewi Yunani yang berarti kemenangan. Bangsa Romawi menyamakan Dewi Nike dengan Dewi Victoria. Menurut berbagai dongeng, Dewi Nike disebutkan sebagai putri dari Pallas (Titan) dan Styx (Dewi Air), saudari dari Cratos, Bia dan Zelus. Dewi Nike dan dan saudara saudari kandungnya menyertai Zeus pada saat perang melawan Titan. Arti kemenangan itu sangat cocok karena kebanyakan dari produk atau sepatu nike dibuat dikhususkan untuk produk olahraga,

perusahaan ini di dirikan pada tahun 1964 ketika atlet sekaligus pengusaha Oregon bernama Philip Knight, beliau merupakan seorang atlet pelari jarak menengah dan juga merupakan salah satu mahasiswa akuntansi universitas oregon dengan pelatihnya yang bernama bill bowerman phil. Mereka memiliki kedekatan tersendiri dan memiliki kesukaan yang sama kepada teknologi sepatu olahraga dan juga pakaian, pada tahun 1962 Phil Knight telah selesai dalam menjalankan study nya sebagai mahasiswa akuntansi dan berkeliling dunia. Philip mengagas impor sepatu lari dari Jepang untuk bersaing dengan merek Jerman seperti Adidas dan Puma yang kemudian mendominasi pasar Amerika Serikat. Keuntungannya adalah bahwa sepatu Jepang lebih murah karena tenaga kerja lebih murah di Jepang. Disinilah awal nike mulai berdiri, saat Phil Knight singgah di jepang knight tertarik dengan sepatu lari yang ada di jepang dan beliau mengimport sepatu lari jepang ke amerika serikat hanya dengan bermodalkan $500 dan hanya mendapatkan 200 pasang sepatu, beliau menjualnya lagi di amerika serikat.

Phil Knight mulai menjual sepatunya dengan cara berkeliling di stadion atletik dimana pelan tapi pasti penjualannya meningkat secara dramatis, dan pada tahun 1970 knight dan perusahaan yang dia rintis melihat awalnya revolusi jogging dan akhirnya mereka memiliki inisiatif untuk mulai memasarkan produk sepatu olahraga lari untuk masyarakat biasa (bukan atlit), dan akhirnya perusahaan nike membuka pasar lebih luas lagi dan mengubah gagasan yaitu sepatu lari dan jogging menjadi sepatu fashion, lantas ini menarik minat konsumen mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Dia mulai menjual sepatu keliling dengan tujuan di stadion atletik, dimana penjualan secara pelan tapi pasti meningkat secara dramatis. Pada 1970-an, Knight dan perusahaan yang berkembang nya melihat awal revolusi jogging dan mulai memasaran produk untuk pelari non-profesional juga. Ia lantas segera membuka pasar yang lebih luas dan mengubah image sepatu lari menjadi sepatu fashion dan menarik semua orang dari anak-anak sampai dewasa memakainya.

Seiring waktu pun berjalan hingga pada tahun 1979 perusahaan NIKE telah menguasai lebih dari setengah pangsa pasar di amerika serikat dan keuntungan perusahaan pun mencapat $ 149 juta dan pada pertengahan 1980 perusahaan ini pun terlihat tidak ada yang bisa menggoyahkan, tetapi tanpa diduga-duga muncul saingan baru dan serangannya pun sungguh sangat kuat yaitu merk REEBOK dan NIKE pun sempat kewalahan dan kalah dalam persaingan tersebut, namun di tahun 1990 NIKE kembali memimpin pangsa pasar yang saat itu mereka mengenalkan sepatu terbaru mereka yaitu “Air Jordan” yang di promosikan oleh bintang basket Michael Jordan.
Mengapa Nike menggunakan lambang berupa centang yang mereka sebut Nike 'Swoosh'?

Nike 'Swoosh'
Ternyata lambang ini diciptakan pada tahun 1971 oleh Carolyn Davidson, seorang mahasiswi desain grafis di Portland State University. Dan digunakan sebagai motif pada sepatu olahraga sejak tahun 1970-an. Sedangkan tanda centang pada desain logo perusahaan terdaftar sebagai merek dagang pada tahun 1995.

B.      PRODUK YANG DIKELUARKAN DARI PT. NIKE
Bola,Kostum, Sarung tangan kiper, Sapatu dan jaket

Omset
            Nike pertahunnya mengeluarkan produk yang selalu menciptakan desain dan model baru. Omset Pertahunnya yang di terima Perusahaan Nike dengan mensponsori Jersey club Arsenal yaitu 432 M, itu dari perusahaan Nike yang di Eropa. PT.NIKE di kota Yogyakarta yaitu pertahunnya mencapai 500jt.
Struktur Organisasi
Perusahaan Nike mempunyai organisasi dari mulai Owner, Pengelola Toko, Bagian Produksi, Bagian Gudang, Bagian Pemasaran, Karyawan, Karyawan. Itu yang menjadikan Perusahaan melaju pesat dan mampu bersaing Domestic maupun Internasional.


C.      CABANG PERUSAHAAN NIKE
Nike di Asia
Terlepas dari eksperimen singkat namun tidak berhasil dengan manufaktur di AS, sepatu Nike selalu dibuat di Asia, awalnya di Jepang, kemudian di Korea Selatan dan Taiwan, dan baru-baru ini di China dan Asia Tenggara.

Nike memulai produksi di Korea Selatan dan Taiwan pada tahun 1972, karena tertarik oleh tenaga kerja murah di sana, dan segera bergabung dengan perusahaan lain termasuk Adidas dan Reebok.
Tapi Nike kemudian memulai langkah lebih jauh. Alih-alih memiliki pabrik sendiri, mereka dikontrak produksi lokal di Korea dan Taiwan.
Sebagai perusahaan bos Nike Phil Knight mengatakan: "Tidak ada nilai pasti dalam membuat sesuatu hal. Nilai tersebut akan ditambahkan oleh penelitian yang cermat, dengan inovasi dan pemasaran" (Katz 1994). Produk Nike sekarang pada dasarnya mengikuti ide dari seorang desainer dan pemasar sepatu. Industri lantas dilakukan oleh pemasok Korea dan Taiwan. Sekali lagi, perusahaan lain mengikuti model ini.
Pada 1980-an Nike mencoba membuat produksi di Cina, dalam kemitraan dengan perusahaan milik negara, tapi hal ini malah mendatangkan bencana. Nike lantas memindahkan investasinya ke Taiwan. Nike lantas mengambil keuntungan dari ongkos tenaga kerja yang lebih murah di sana.
Pada akhir 1980-an dengan adanya pergolakan buruh di Korea Selatan, -peningkatan tingkat upah dan hilangnya kontrol dari tempat kerja oleh otoritas Korea - telah membuat negara tersebut menjadi kurang menarik bagi investor, baik asing maupun dalam negeri, yang mulai mencari lokasi lain yang lebih menyenangkan. Nike lantas memindahkan operasi mereka ke Thailand selatan dan Indonesia, dalam mencari tenaga kerja lebih murah dan tidak merepotkan. Upah di kedua negara tersebut disebut-sebut sebagai salah satu yang murah karena hanya memakai seperempat tarif dari yang dibayarkan di Korea Selatan. Beberapa asosiasi Nike yang bermarkas di Taiwan juga didirikan di Asia Tenggara.
Alasan lain untuk perpindahan ini adalah bahwa pada tahun 1988, baik Korea Selatan dan Taiwan kehilangan akses khusus untuk pasar AS, yang telah lama mereka nikmati sebagai status "negara berkembang" di bawah Sistem Preferensi Umum (GSP) AS. investor Korea dan Taiwan lantas bergerak ke pabrik di Thailand, Indonesia dan Cina dengan menggunakan pembuatan hak istimewa GSP dari negara-negara miskin.
Dari tujuh Nike pemasok atas sepatu olahraga pada tahun 1992, tiga adalah perusahaan Taiwan yang memproduksi produknya di Cina, tiga lainnya beroperasi di Korea Selatan, dan juga di Indonesia, satu adalah sebuah perusahaan di Thailand.

 Sepatu NIKE Telah Menguasai Pangsa Pasar Indonesia

Pada tahun 1988 nike mengambil pangsa pasar indonesia dan sejak saat itu pula nike beroperasi di negara tercinta kita ini hingga tanpa diduga hampir sepertiga sepatu yang beredar di indonesia merupakan produk dari NIKE Inc. Saat di wawancarai koordinator perusahaan nike yang ada di indonesia yaitu Tony Band mengatakan lebih dari 11 kontraktor yang di gunakan oleh perusahaannya di indonesia, 11 kontraktor tersebut diantaranya adalah bekas basis perusahaan asosiasi NIKE di korea selatan dan juga di Taiwan yang juga pada saat yang sama menghasilkan untuk merek lain seperti Reebok, Adidas dan Puma.

Perusahaan Nike sangat mengutamakan kualitas produk dengan cara mengawasi setiap produksi barang yang dihasilkan oleh para kontraktor yang ada di indonesia, bahkan NIKE menyediakan karyawan tersendiri di setiap pabrik yang ada di indonesia untuk memeriksa kualitas sepatu nya sebelum di edarkan dan apabila belum memenuhi syarat maka tidak akan di edarkan.

Perlu di ketahui juga sebagian besar pabrik yang di percaya oleh NIKE berada di daerah yang sangat baru di kembangkan untuk industri ringan yaitu di tangerang dan serang (sebelah barat jakarta), serta pada pabrik yang dimiliki oleh korea dan ada juga beberapa dimiliki oleh indonesia di pegang oleh orang korea langsung, bukan Cuma itu manajer tingkat menengan dan supervisor nya pun sebagian besar juga berasal dari korea, tapi para pekerja untuk memproduksinya semuanya berasal dari indonesia dan di dominasi oleh wanita mudah yang memiliki jenjang umur 16-22 dan sebagian besar pekerja tersebut berasal dari jawa.

Karena begitu banyaknya minat konsumen pada produk ini maka kami pun juga menjual berbagai produk sepatu NIKE, anda dapat menemukannya dengan menggunakan fasilitas search di toko online kami.

D.     LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN NIKE









SUMBER :


nike, inc. annual report on form 10-k

Kamis, 23 April 2015

OUTLOOK EKONOMI GLOBAL


NAMA           :   PANCA RAGIL RIZKIANTO
NPM               :    25211489
KELAS          :    4EB24

OUTLOOK EKONOMI GLOBAL
Potensi Sumber Daya Indonesia Dalam Rangka Menghadapi MEA
ASEAN economic community (AEC) tahun 2015 merupakan suatu program bagi negara- negara ASEAN untuk lebih meningkatkan kualitas ekonomi khususnya perdagangan agar menjadi sebuah akses yang lebih mudah seperti menerapkan penghapusan bea masuk (Free Trade Area) untuk mewujudkan sebuah single market. Tentunya ini membuat banyak peluang khususnya bagi Indonesia untuk lebih meningkatkan kualitas produk- produknya maupun tenaga kerjanya yang profesional dalam memasuki tantangan ruang lingkup ASEAN community.
Perihal Kesiapan Sumber Daya Indonesia untuk Memasuki ASEAN Economy Community sangatlah punya potensi dan modal yang kuat dalam menyukseskan program tersebut, karena dengan luasnya geografis negara, juga ditunjang dengan sumber daya alam yang sangat banyak dan juga sumber daya manusia yang mumpuni sehingga keyakinan jika Indonesia bisa meningkatkan daya saing dan menjadi pemain utama dalam AEC bisa terwujud.
Dan pada akhirnya, dengan optimisme dan kesiapan seluruh elemen masyarakat Indonesia baik dari segi SDM dan SDA-nya dalam menyambut ASEAN Economic Community tahun 2015 dapat menjadikan rakyat Indonesia menjadi sejahtera, pertumbuhan ekonomi yang didorong dari sektor UMKM terus berkembang, dengan sendirinya perekonomian rakyat terus meningkat, sehingga pembangunan menjadi merata tidak terpusat di Pulau Jawa, dengan begitu tingkat kemiskinan bisa terus berkurang.
Dengan adanya AEC 2015 akan memicu tumbuhnya pengusaha-pengusaha yang bukan hanya mampu bersaing di panggung nasional, tetapi juga mampu bersaing di tataran global.
ASEAN Economic Community yang dibentuk dengan misi menjadikan perekonomian di ASEAN menjadi lebih baik serta mampu bersaing dengan Negara-negara yang perekonomiannya lebih maju dibandingkan dengan kondisi Negara ASEAN saat ini. Selain itu juga dengan terwujudnya ASEAN Community yang dimana di dalamnya terdapat AEC, dapat menjadikan posisi ASEAN menjadi lebih strategis di kancah Internasional, di harapkan dengan terwujudnya komunitas masyarakat ekonomi ASEAN ini dapat membuka mata semua pihak, sehingga terjadi suatu dialog antar sektor yang dimana nantinya juga saling melengkapi diantara para stakeholder sektor ekonomi di Negara-negara ASEAN ini sangat penting.
Jika dilihat dari sisi potensi ekonomi, Indonesia merupakan salah satu emerging country yang saat ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi ASEAN. Dimana rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,3 persen jika dibandingkan dengan Malaysia 5,4 persen, Thailand 5 persen, Singapura 1,2 persen, Filipina 6,6 persen, dan Vietnam 5,7. Dari sisi jumlah penduduk, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar yakni 247 juta jiwa sebagai pasar potensial dan tenaga kerja. Prospek Indonesia sebagai negara dengan perekonomian nomor 16 di dunia, nomor 4 di Asia setelah China, Jepang dan India, serta terbesar di Asia Tenggara, semakin menjanjikan karena didukung oleh melimpahnya sumber daya alam, pertumbuhan konsumsi swasta dan iklim investasi yang makin kondusif.
Peluang Indonesia untuk dapat bersaing dalam MEA 2015 sebenarnya cukup besar, saat ini Indonesia merupakan peringkat 16 di dunia untuk besarnya skala ekonomi. Besarnya skala ekonomi juga didukung oleh proporsi penduduk usia produktif dan pertumbuhan kelas menengah yang besar. Prospek ekonomi Indonesia yang positif juga didukung oleh perbaikan peringkat investasi Indonesia oleh lembaga pemeringkat dunia serta masuknya Indonesia sebagai peringkat empat prospective destinations berdasarkan UNCTAD World Investment report. Maih kuatnya fundamental perekonomian Indonesia dapat dilihat ketika banyak negara yang “tumbang” diterpa pelemahan perekonomian global, perekonomian Indonesia masih dapat terjaga untuk tumbuh positif. Untuk mewujudkan peluang MEA 2015, sudah saatnya kita berbenah dan melakukan tindakan-tindakan efektif dan terarah yang didukung oleh berbagai pihak. Dari 12 sektor prioritas yang akan diiimplementasikan pada MEA 2015, kita harus dapat menginventarisir sektor-sektor potensial yang menjadi unggulan. Kepulauan riau yang 95 persen wilayahnya terdiri atas laut, memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan sektor perikanan. Untuk menciptakan perikanan menjadi sektor unggulan perlu didukung oleh beberapa hal, terutama peningkatan kapasitas pelabuhan perikanan, pengembangan armada perikanan, pengembangan pola kemitraan nelayan, pembangunan kawasan budidaya perikanan yang didukung oleh industri paska budidaya, bimbingan teknis bagi nelayan, serta pengawasan dan penangkapan ilegal fishing. Rencana untuk merebut porsi lalu lintas barang di Selat Malaka dengan pembangunan Pelabuhan Tanjung Sauh dan pengembangan Pelabuhan Batu Ampar harus didukung oleh berbagai pihak terkait. Saat ini lalu lintas barang di Selat Malaka masih dikuasai oleh Singapura dan Malaysia.  
Dengan pembangunan kedua pelabuhan tersebut, Kepulauan Riau tidak hanya menjadi penonton, melainkan ikut berkontribusi sebagai pemain dan mengambil manfaat ekonomi dari posisi strategisnya yang berada dalam salah satu wilayah tersibuk jalur  perdagangan dunia. Salah satu sektor unggulan lainnya yang dapat menjadi sektor potensial di Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan adalah sektor pariwisata. Kedekatan  jarak dengan Singapura harus dijadikan peluang untuk menarik wisatawan dunia yang banyak berkunjung ke negara tersebut. Untuk mewujudkan keunggulan ini tentu harus didukung oleh perbaikan sarana transportasi, infrastruktur, event kebudayaan baik rutin maupun seasonal, SDM terlatih, dll. Terwujudnya sektor  pariwisata menjadi primadona memiliki multipllier effect terhadap peningkatan sektor-sektor lainnya, seperti Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran; Sektor Jasa-jasa, Sektor Industri Pengolahan melalui peningkatan produksi cinderamata dan handycraft, Sektor Bangunan melalui pembangunan konstruksi pendukung  pariwisata, dan sektor-sektor lainnya. Untuk peningkatan daya saing dan antisipasi menghadapai MEA 2015, peningkatan Sumber Daya Manusia yang handal mutlak diperlukan. SDM ini harus dipersiapkan sebagai insan yang berdaya saing regional bahkan global. Perlu juga dipersiapkan pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, (UMKM), dan juga penciptaan wisausahawan baru untuk mendukung penguatan sektor potensial. Implementasi ASEAN – China Free Trade Area (ACFTA) 2010 dapat menjadi pelajaran berharga bagi kita, dimana ketika penerapan ACFTA banyak pihak yang belum siap akibat lemahnya koordinasi dan upaya perencanaan sebelum diberlakukannya ACFTA. Dengan implemetasi MEA yang semakin dekat, sudah saatnya kita  berbenah dan mengambil tindakan sedini mungkin untuk menghadapi persaingan yang akan semakin sengit. Kerjasama dan prioritas kepentingan nasional harus dikedepankan oleh berbagai pihak untuk mendukung terciptanya Indonesia menjadi negara yang mendapatkan keuntungan terbesar dengan diterapkannya MEA 2015.
ASEAN Economic Community (AEC) sebenarnya merupakan bentuk integrasi ekonomi yang sangat potensial di kawasan maupun dunia. Barang, jasa, modal dan investasi akan bergerak bebas di kawasan ini. Integrasi ekonomi regional memang suatu kecenderungan dan keharusan di era global saat ini. Hal ini menyiratkan aspek persaingan yang menyodorkan peluang sekaligus tantangan bagi semua negara. Skema AEC 2015 tentang ketenagakerjaan, misalnya, memberlakukan liberalisasi tenaga kerja profesional papan atas, seperti dokter. Sayangnya tenaga kerja kasar yang merupakan “kekuatan” Indonesia tidak termasuk dalam program liberalisasi ini. Justru tenaga kerja informal yang selama ini merupakan sumber devisa non-migas yang cukup potensional bagi Indonesia, cenderung dibatasi pergerakannya di era AEC 2015.
Indonesia masuk ke dalam kategori negara berpendapatan menengah, dimana tuntutan transformasi pertumbuhan ekonominya dari semula bergantung pada sumber daya alam dan alokasi tenaga kerja murah (resources and low cost-driven growth) menjadi tuntutan untuk menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dengan memanfaatkan modal fisik dan sumber daya manusia terampil (productivity-driven growth), agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak stagnan dan terhindar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).
Indonesia sangatlah punya potensi dan modal yang kuat dalam mensukseskan ASEAN Economic Community, karena dengan luasnya geografis negara kita, juga ditunjang dengan sumber daya alam yang sangat banyak dan juga sumber daya manusia yang mumpuni. Dukungan sumber daya diperlukan untuk mengelola berbagai potensi yang saat ini dimiliki Indonesia sebagai persiapan memasuki ASEAN Economic Community.Pemerintah dapat menerapkan kearifan lokal yang sangat bervariasi dalam mengeksplore sumber daya alam. Sementara itu Indonesia punya modal dasar atau modal dasar penting, yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam, pengalaman Indonesia dalam mengatasi krisis, hubungan luar negeri yang terjalin baik, dan letak strategis Indonesia sebagai modal melangkah memasuki ASEAN Economic Community.

KESIMPULAN
Jika dilihat dari sisi potensi ekonomi, Indonesia merupakan salah satu emerging country yang saat ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi ASEAN. Prospek Indonesia sebagai negara dengan perekonomian nomor 16 di dunia, nomor 4 di Asia setelah China, Jepang dan India, serta terbesar di Asia Tenggara, semakin menjanjikan karena didukung oleh melimpahnya sumber daya alam, pertumbuhan konsumsi swasta dan iklim investasi yang makin kondusif. Indonesia sangatlah punya potensi dan modal yang kuat dalam mensukseskan ASEAN Economic Community, karena dengan luasnya geografis negara kita, juga ditunjang dengan sumber daya alam yang sangat banyak dan juga sumber daya manusia yang mumpuni. Indonesia punya modal dasar atau modal dasar penting, yaitu sumber daya manusia, sumber daya alam, pengalaman Indonesia dalam mengatasi krisis, hubungan luar negeri yang terjalin baik, dan letak strategis Indonesia sebagai modal melangkah memasuki ASEAN Economic Community.
Selain itu, Indonesia telah memiliki system ekonomi yang baik, system ekonomi kerakyatan, untuk menghadapi MEA yang lebih ke paham liberal. Maka dari itu, diperlukan lagi penggalakan dan pengenalan system ekonomi pancasila ini agar tetap terjaganya kondisi ekonomi Indonesia.

SARAN
Tantangan Indonesia kedepan adalah mewujudkan perubahan yang berarti bagi kehidupan keseharian masyarakatnya. Indonesia harus berbenah dalam segala hal baik dari sisi regulasi dimana aturan hukum harus tegas, pemerintahan harus bersih, keadilan ekonomi harus diciptakan termasuk juga pemerataan, perlunya stabilitas politik, keamanan dan ketertiban sosial, inovasi teknologi, dan ketersediaan infrastruktur yang memadai. Semoga seluruh masyarakat Indonesia bisa membantu untuk mewujudkan kehidupan ekonomi dan sosial yang layak agar bisa segera mewujudkan masyarakat ekonomi ASEAN tahun 2015.

Selasa, 17 Maret 2015

Perhitungan Kurs Mata Uang Asing


UNIVERSITAS GUNADARMA
TUGAS PERHITUNGAN KURS MATA UANG ASING
Nama               :   Panca Ragil Rizkianto
NPM               :   25211489
Kelas               :   4EB24
Mata Kuliah    :   Akuntansi  Internasional
Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi

SOAL DAN JAWABAN KURS MATA UANG ASING
1.      Tuan Marcel mendapatkan kiriman uang dari Ibunya yang bekerja di Amerika Serikat sebesar  U$$ 17.000 dan kiriman kakaknya yang bekerja di Jepang sebesar  ¥5.000. Berapa Rupiah uang yang akan diterima oleh tuan Marcel ?
Jawab :
Uang dari Ibu = 17.000 x 13.110 (kurs beli)        = Rp 222.870.000
Uang dari kakak = 5.000 x 10.777,70 (kurs beli) = Rp   53.888.500 +
                                                                                 Rp 276.758.500
Jadi uang yang diperoleh tuan Marcel sebesar Rp 276.758.500      

2.      Ibu Naomi membeli restoran di Amerika dengan harga 500.000 dollar USD. Berapa EUR yang harus dibayar ibu Naomi ?
Jawab :
500.000 x 13.242 (kurs jual)             = 6.621.000.000
6.621.000.000 : 3.926,61 (kurs jual) = 475.420,7952
Jadi uang yang harus dibayar ibu Naomi adalah sebesar 475.420,7952

3.      Tuan Gilang mengimpor mobil dari Jepang dengan harga 190.000 Yen. Maka uang yang harus dibayarkan tuan Gilang atas pembelian mobil tersebut adalah ?
Jawab :
JPY = 190.000 x 10.890,70 (kurs jual) = Rp 2.069.233.000
Jadi uang yang harus dibayarkan oleh tuan Gilang adalah sebesar Rp 2.069.233.000

4.      Pada saat yang sama Ms. Yenni ingin menukarkan uang sebanyak CAD 4.500 ke dalam rupiah. Maka berapa rupiah uang yang diterima Ms. Yenni ?
Jawab :
CAD = 4.500 x 10.272,68 (kurs beli) = Rp 46.227.060
Jadi Ms. Yenni menerima uang sebanyak Rp 46.227.060

5.      Jika Tuan Mark mempunyai uang Rp 14.128.000 dan dia ingin menukarkan uang rupiahnya ke Bath Thailand, maka berapa THB yang akan diterima tuan Mark ?
Jawab :
Rp 14.128.000 : 402,86 (kurs jual) = 35.069,25483
Jadi uang yang akan diterima oleh tuan Mark adalah sebesar 35.069,25483

6.      Ms. Ranni mendapatkan tiket konser Miley Cyrus senilai KWD 52.000. Pernak-pernik fans sebesar NOK 6.320. Berapa rupiah yang harus ia siapkan?
Jawab :
KWD = 52.000 x 11,68 (kurs jual)      = Rp      607.360
NOK = 40.000 x 1.610,56 (kurs jual)  = Rp 64.422.400  +
                                                                 Rp 65.029.760
Jadi Ms. Ranni harus menyiapkan uang rupiah sebesar Rp 65.029.760

7.      Ibu Melati mendapat kiriman sebesar 8.000 SEK, ia berniat membeli perlengkapan memasak senilai 2.500 MYR. Kemudian ia membeli komputer senilai 1.600 SAR. Ibu Melati ingin membelikan berlian senilai 1.870 Swiss Franc. Berapa rupiah yang harus dikeluarkan dari tabungannya?
Jawab :
SEK = 8.000 x 1.515,05 (kurs beli)   = Rp 12.120.400
MYR = 2.500 x 3.592,51 (kurs jual) = Rp   8.981.275
SAR = 1.600 x 3.530,82 (kurs jual)   = Rp   5.649.312
CHF = 1.870 x 13.104,40 (kurs beli) = Rp 24.505.228 +
                                                                  Rp 51.256.215
 Jadi uang yang harus dikeluarkan dari tabungannya ibu Melati adalah sebesar Rp 51.256.215

8.      Pak Mumu setelah pulang dari luar negeri dia ingin menukarkan uang yang dimilikinya sebesar 4.000 SGD dan 3.000 JPY dengan rupiah. Berapa uang yang akan diterima pak Mumu?
Jawab :
SGD = 4.000 x 9.444,56 (kurs beli) = Rp 37.778.240
JPY = 3.000 x 10.777.70 (kurs beli) = Rp 32.333.100 +
                                                                 Rp 70.111.340
Jadi uang yang akan diterima oleh pak Mumu adalah sebesar Rp 70.111.340

9.      Tuan Husni ingin membeli rumah di Hongkong dengan biaya 65.000 HKD. berapa rupiah yang harus disiapkan untuk membeli rumah jika mempunyai tabungan 85.000 KRW?
Jawab :
HKD = 65.000 x 1.688,21 (kurs beli) =  Rp 109.733.650
KRW = 85.000 x 11,68 (kurs jual)      = Rp        992.800 +
                                                                 Rp 108.740.850
Jadi uang yang harus disiapkan oleh tuan Husni adalah sebesar Rp 108.740.850

10.  Wati ingin menukarkan uang sebesar 98.000.000 dan dia ingin menukarkan uang rupiahnya ke japannese yen. Berapa yen yang akan diterima wati?
Jawab :
JPY = 98.000.000 : 10.890,70 (kurs jual) = 8.998,50331
Jadi wati akan menerima uang sebesar 8.998,50331